Home

HUTAN dan PERANAN BUDIDAYA HUTAN

2 Comments

  1. HUTAN DAN KEHUTANAN

Hutan adalah masyarakat tumbuhan yang kompleks, terdiri dari pepohonan, semak, tumbuhan bawah, jasad renik tanah dan hewan. Suatu lapangan yang ditumbuhi pepohonan dikatakan sebagai hutan apabila minimum lapangan yang ditumbuhi pohon sekitar ¼ hektar.

Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan  hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang di selenggarakan secara terpadu. Pengurusan hutan bertujuan untuk memperoleh  manfaat yang sebesar-besarnya dan  lestari untuk memakmurkan masyarakat.

  1. JENIS-JENIS HUTAN

 

1. Hutan Lindung

Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai pelindung sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah.

2. Hutan Produksi

Hutan produksi ialah kawasan hutan yang nempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan. Hasil utama dari hutan produksi berupa kayu sedangkan hasil hutan lainnya disebut hasil hutan lainnya disebut hasil hutan nirkayu yang mencakup rotan, bambu, tumbuhan obat, rumput, bunga, buah, biji, kulit kayu, daun, lateks (getah), resin (dammar, kopal, gom, gondorukem, dan jernang) dan zat ekstraktif lainnya berupa minyak.

3. Hutan Konservasi

Hutan konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok mengawetkan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. Hutan konservasi dikelompokkan menjadi tiga jenis berdasarkan fungsinya yaitu hutan suaka alam, hutan pelestarian alam dan taman buru.

4. Hutan Negara

Hutan negara ialah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah. Hutan Negara merupakan hutan yang tumbuh diatas tanah yang bukan milik. Hutan yang dikelola oleh masyarakat hokum adat dimasukkan dalam pengertian hutan negara sebagai konsekuensi adanya hak menguasai oleh negara  sebagai organisasi kekuasaan seluruh rakyat di tingkatan yang tertingi pada prinsip Negara kesatuan republik Indonesia.

5. Hutan Hak

Hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak  atas tanah.Hutan hak yang berada pada tanah yang  dibebani hak milik lazim disebut hutan rakyat.  Dengan demikian, hutan rakyat merupakan hutan yang tumbuh atau ditanam di atas tanah milik masyarakat baik secara individu atau bersama-sama atau badan hukum.

  1. TIPE-TIPE HUTAN

 

1. Hutan Alam

Hutan alam yaitu hutan yang terjadi melalui proses suksesi secara alam.Hutan ala mini dibagi atas dua jenis yaitu:

a.    Hutan alam primer merupakan hutan alam asli yang belum pernah dilakukan penebangan oleh manusia.

b.    Hutan alam sekunder merupakan hutan asli yang pernah mengalami kerusakan oleh kegiatan alam.

2. Hutan Antropogen

Hutan antropogen merupakan hutan yang terjadi melalui proses suksesi komunitas tumbuhan dengan campur tangan manusia.Hutan tersebut mencakup hutan trubusan, hutan tanaman, hutan penggembalaan antropogen, hutan  lading, dan hutan kebakaran antropogen.

3. Hutan Hujan Tropik

Hutan hujan tropik merupakan bentuk hutan klimaks utama dari hutan-hutan di dataran rendah yang mempunyai tiga stratum (lapisan tajuk)pohon A.B,C atau lebih. Di hutan tropik terdapat stratifikasi tajuk pohon dari berbagi spesies pohon yang berbeda ketinggiannya. Berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya,hutan tropik dibedakan menjadi tiga zona, yaitu :

a.  zona 1=0-1000 m dari permukaan laut disebut hutan hujan bawah

b.  zona 2=1000-3300 m dari permukaan laut disebut hutan hujan tengah

c.  zona 3=3300-4100 m dari permukaan laut disebut hutan hujan atas

4. Hutan Musim

Hutan musim merupakan hutan campuran yang terdapat di daerah beriklim muson,yaitu daerah yang daerah yang memiliki perbedaan nyata antara musim kemarau dan musim basah.Hutan musim merupakan salah satu tipe hutan yang terdapat pada daerah-daerah dengan tipe iklim C dan D dan rata-rata curahh hujan setahun antara 1000 mm dan 2000 mm. Berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya, hutan musim di bedakan menjadi dua zona yaitu :

a.     zona 1=0-1000 m dari permukaan laut disebut hutan musim bawah.

b.    zona 2=1000-4100 m dari permukaan laut disebut hutan musim tengah dan atas.

5. Hutan Gambut

Hutan gambut adalah hutan yang tumbuh di atas kawasan yang di genangi air dalam keadaan asam dengan pH 3,5-4,0. Kondisi seperti itu menyebabkan tanahnya miskin hara.

6. Hutan Rawa

Hutan rawa terdapat di daerah-daerah yang selalu tergenang air tawar. Umumnya terletak di belakang hutan payau, itu berarti hutan rawa terletak dari arah tepi laut sesudah hutan payau. Seperti pada hutan payau, Hutan dicirikan oleh adanya tempat tumbuhan yang mempunyai aerasi yang buruk.

7. Hutan Payau

Hutan payau adalah suatu ekosistem yang unik dengan bermacam- macam fungsi. Hutan payau dari daerah pantai yang selalu dan secara teratur tergenang air laut, dipengaruhi pasang surut  air laut dan tidak berpengaruh dengan iklim. Kawasan hutan payau berkisar 25m sampai beberapa kilometer.

8. Hutan Pantai

Terdapat didaerah kering ditepi pantai. Hutan tersebut tidak berpengaruh oleh iklim pada daerah dengan kondisi tanah berpasir  dan berbatu-batu serta terletak diatas garis pasang tertinggi.Hutan pantai biasanya tidak lebar dan terdapat dipantai yang agak tinggi dan kering.

  1. Peranan Budi Daya Hutan Dalam Kehutanan

Budi daya hutan berkaitan erat dengan control terhadap proses pertumbuhan pohon.Komposisi jenis tumbuhan dan kualitas tegakan hutan dan pohon hutan seperti bagaimana mereka tumbuh berproduksi dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan dipelajari dalam lingkungan kehutanan yang disebut dengan silvika. Silvika merupakan dasar ilmu budi daya pohon yang mengandung aspek-aspek penerapan metode penanganan hutan berdasarkan silvika yang dimodifikasi sesuai dengan keadaan dan tujuan pengolahan hutan.

Untuk dapat menguasai seni menghasilkan  hutan tidak cukup hanya mengetahui prinsip dan cara teknis budi daya pohon saja tetapi juga harus mencakup praktik budi daya pohon secara terinci untuk semua jenis kayu yang berharga danjuga tipe-tipe hutannya. Pengendalian dan control terhadap struktur tegakan hutan menghendaki kaidah-kaidah yang memadukan pengetahuan biologi, pengolahan dan ekonomi.

Konsep dasar budi daya pohon adalah bahwa pemilihan perlakuan silvicultur yang tepat, baik pada hutan alam maupun hutan tanaman bergantung pada tingkat control interaksi genotif-genotif lingkungan terhadap perkembangan fisiologis tegakan.Image

Status Hukum Fungsi Penggunaan Hutan

Leave a comment

Status Hukum Fungsi Penggunaan Hutan :

1)      Hutan Lindung (Protection forest) :

Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah (UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan).

2)      Hutan produksi  (Production forest) :

Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok produksi hasil hutan, yaitu : benda-benda hayati, non hayati dan turunannya, serta jasa yang berasal dari hutan (UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan)

3)      Hutan konservasi (Conservation forest) :

Kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya (UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan)

Status Hukum Lahan Hutan :

1)      Hutan negara (State forest) :

Hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah (UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan).

2)      Hutan hak  (Private forest) :

Hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah (UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan). Termasuk hutan milik, yaitu hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak milik atas tanah.

3)      Hutan adat (Traditional law socienty forest) :

Hutan yang berada pada tanah dalam wilayah masyarakat hukum adat. Dalam UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, hutan ini termasuk ke dalam hutan negara (UU No. 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan).

Status Hukum Lahan Hutan :

1)      Hutan Masyarakat (Community forest) :

Hutan yang dimiliki dan pada umumnya dikelola oleh masyarakat yang setiap anggotanya dapat berperan serta dalam pengelolaan dan mendapatkan manfaat dari hutan tersebut (Helms, 1998)

2)      Hutan komunal  (Communal forest) :

Hutan yang dimiliki dan umumnya dikelola oleh pemegang kekuasaan di desa, kota, masyarakat adat, atau pemerintah setempat, yang setiap aggotanya dapat ikut mendapatkan manfaatnya dan berperan serta dalam pengelolaan (Helms, 1998).

3)      Hutan rakyat (Social forest) :

Lahan milik rakyat atau milik adat atau ulayat yang secara terus menerus diusahakan untuk usaha perhutanan (Dephut, 1990).

Kehutanan Sebagai Kegiatan, Ilmu, Profesi dan Sistem

Forestry (kehutanan)   →   Forestis silva (latin kuno)   →   Pohon-pohon di luar dinding taman   ↔   Ilmu, seni, praktek untuk mengkonservasikan, membangun dan mengelola hutan secara      berkelanjutan, melalui pembangunan kembali, membina dan memanen pohon dan hasil hutan lainnya, serta mengelola komponen lain yang terdapat di dalam hutan.

Kehutanan Sebagai Kegiatan, Ilmu, Profesi dan Sistem

Kehutanan   →   Kegiatan   ↔   Kegiatan yang bersangkutan dengan hutan dan pengurusannya, serta pengelolaan hutan secara ilmiah untuk kelangsungan hasil berupa benda dan jasa

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.